sekolah rumah kamyabi homeschool
Maktab DeeniyatOleh: Ustd. Harun Al Rosyid (Penerjemah Kitab Deeniyat)
PENTINGNYA SYLLABUS DAN SISTEM PROBLEM UMUM DINIYAH
Kelemahan Sistem dan Akibatnya
Problem Umum (Pentingnya Syllabus) 1. Dikarenakan tidak adanya program yang tepat, meskipun sudah bertahun-tahun belajar di maktab, murid tidak mengetahui ajaran-ajaran pokok agama dan tidak pula mampu membaca Al Quran dengan benar. 2. Tidak adanya hubungan antar maktab dalam hal syllabus. 3. Ada sebagian maktab yang sudah memiliki syllabus, namun tidak menetapkan skala prioritas. 4. Tidak menumbuhkan semangat menuntut ilmu dan mengamalkannya dengan menyampaikan fadhilah ilmu. 5. Tidak adanya aturan syllabus tahunan sebagaimana yang dijalankan di sekolah. Inilah beberapa penyebab kegagalan sebagian maktab sehingga anak-anak tidak mendapat pengetahuan pokok agama di maktab. Dengan melihat kenyataan dan problem di atas, bagaimanakah membangun maktab yang ideal? EMPAT LANGKAH PENTING 1. Syllabus yang baik 2. Metode pengajaran yang tepat 3. Pengelolalaan maktab yang teratur 4. Kontrol maktab-maktab PENGENALAN SYLLABUS Bagaimana Pembuatan Syllabus? Syllabus yang ada sekarang ini terwujud setelah mendatangi berbagai daerah dan beberapa negara.
Syllabus Enam BelasTahun Secara keseluruhan syllabus diselesaikan dalam 16 tahun yang dibagi kepada tiga jenjang:
Apa Isi Syllabus ?
b. Motivasi singkat dan pengenalan syllabus.
Lima Pokok Bahasan Dan Empat Belas Sub Bahasan. - Pembukaan (Madh, Na’t) 1. Al Quran. - Qaidah Nuraniyah rinci dan latihan membaca Al Quran dengan benar (disertai latihan tambahan) untuk menghindari kesalahan yang jelas (Lahn Jaliy). Al Quran dikhatamkan dalam lima tahun agar waktu anak-anak lebih banyak di maktab. - Menghapal surat untuk dibaca di dalam shalat, dengan mengutamakan penerapan tajwid. 2. Hadits. - Doa dan sunnah sehari-hari. Karena kesuksesan manusia ada dalam aturan hidup Rasulullah e. Tanpa itu, mustahil manusia mendapatkan kesuksesan. - Menghapal hadits : menghapal empat puluh hadits sebagaimana yang dijanjikan pahalanya oleh Rasulullah e. 3. Aqidah dan Fiqh. - Aqidah : Aqidah berhubungan dengan keyakinan hati. Aqidah lemah, iman lemah. - Asmaul Husna : Setiap nama Allah I memiliki keutamaan tersendiri. Menjelaskan keutamaan menghapalkan Asmaul Husna. - Fiqh : Manusia tidak dapat beribadah dengan benar tanpa mengetahui hukum-hukum syar’i. Sangat penting mengetahui hukum-hukum agar dapat membedakan mana yang benar dan salah. - Shalat : Hapalan bacaan dan praktik shalat lengkap. 4. Pendidikan Islam. - Pengetahuan Islam : Pengetahuan Islam umum bagi anak untuk mengetahui hal-hal yang Islami dan tokoh-tokohnya. - Ceramah dan doa : Allah swt mengutus setiap ummat sebagai da’i . setiap ummat harus tahu bagaimana mendakwahkan agama dan memohon kepada Allah swt. Dengan dakwah, setiap anak tidak dididik hanya menjadi penceramah tapi lebih bisa menjadi penerjemah agamanya. Dan Allah I juga mengajarkan kita cara berdo’a dalam Al Quran. - Sirah : Sebagai bukti cinta kita kepada Rasulullah e adalah dengan mengingat semua amalannya serta mempraktekkannya. Ummat dapat mengetahui bagaimana usaha dan pengorbanan para Shahabat ra dalam menyebarkan agama ini. - Agama yang mudah : Agama bukan hanya sekedar mengucapkan kalimat thayyibah dan mengerjakan shalat tapi mencakup lima hal iman, ibadah, muamalah, muasyarah dan akhlak yang harus diketahui dan diamalkan. 5. Bahasa. - Arab Melayu : Arab Melayu menyimpan khazanah agama dan ulama kita. - Arab : Seterang matahari, bahasa arab adalah bahasa Al Quran, Rasulullah e dan penghuni surga. (www.kamyabihomeschool.com) Keunggulan Syllabus. 1. Syllabus singkat satu atau satu seperempat jam, bisa dilakukan beserta kesibukan lainnya. 2. Disesuaikan dengan tingkat pemahaman anak, dari segi kata-kata, metode, dan materi. 3. Metode belajar syllabus ini adalah secara kolektif. 4. Formulasi skala prioritas. 5. Dengan maktab harian akan lebih nyata manfaatnya. 6. Tidak ada perbedaan pendapat. Aqidah Islam yang benar dijelaskan dengan metode yang akurat. 7. Dalam enam atau tujuh bulan, murid dapat menguasai ajaran dasar agama dan masalah yang dihadapi sehari-hari. 8. Di setiap awal mata pelajaran disertakan definisi, kalimat motivasi dan petunjuk bagi ustadz. 9. Setiap pelajaran sudah memiliki target harian dan bulanan. - Memudahkan orang tua dan pengawas untuk mengadakan pengontrolan. - Mengetahui kekurangan yang ada lalu memperbaikinya. 10. Dimulai dari awal praktek shalat sehingga dari kecil terbiasa dengan shalat dan akan disiplin dalam shalat di masa mendatang. 11. Doa dan ceramah (Khithabah) agar timbul kemampuan menyampaikan agama tanpa ada rasa canggung. 12. Dilengkapi dengan materi sirah sehingga timbul kecintaan dan ketaatan kepada Rasulullah e. 13. Agama yang mudah berisi Imaniah, Ibadah, Mu’amalah, Mu’asyarah, Akhlaq. Untuk pendidikan, siswa diarahkan untuk menghapal hadits-hadits sesuai dengan lima cabang tersebut. 14. Di akhir buku diberikan soal yang berbeda untuk setiap bulannya agar memudahkan evaluasi. 15. Absen kehadiran dan shalat. 16. Seluruh pelajaran tahun lalu diulang dalam setiap awal buku pelajaran berikutnya. (www.kamyabihomeschool.com) METODE PENGAJARAN Hendaknya dipahami dengan baik aturan dan sistem syllabus Deeniyatini. Sebab syllabus ini disusun besera sistemnya. Hasil maksimal hanya akan didapatkan dengan mengikuti aturan tersebut. Cara pengajaran pada minggu pertama. - Menyusun kelas. - Mengenali setiap bahasan dan memperkenalkannya melalui warna. - Menumbuhkan semangat belajar murid dengan menjelaskan bahasan dan keutamaannya. Sangat penting mengajarkan syllabus ini secara kolektif (berkelompok). Pengajaran Al Quran dan Qaidah Nuraniyah (dengan white board). - Perhatian khusus kepada makhraj-makhraj huruf. - Meluruskan makhraj-makhraj huruf sekurang-kurangnya enam bulan. - Jangan menghentikan pelajaran hanya karena kelemahan dalam pelafalannya. - Jangan menghentikan pelajaran murid-murid yang membaca Al Quran. Membentuk Kelas Berdasarkan Jumlah - Setiap kelas terdiri dari 12 sampai 20 murid. Cara mengajar berbagai kelas dalam satu waktu. - Pertama sekali diusahakan mengajar dua belas sampai dua puluh murid dalam waktu satu atau satu seperempat jam dan membagi mereka dalam jam yang berbeda-beda. - Menambah ustadz jika dalam waktu yang bersamaan jumlah murid terlalu banyak. - Guru mengajar satu kelas lalu memilih murid yang cerdas di antara mereka untuk mengajari teman-temannya lalu ia mengajar di kelas lain. - Jika dalam satu waktu ada beberapa kelas dan sulit mendengarkan pelajaran dari masing-masing murid, maka pertama-tama usahakan untuk menyatukan pelajaran semua murid. Kemudian bagi mereka dalam kelompok-kelompok agar guru bisa menyimak pelajaran dari masing-masing kelompok. Dengan demikian setiap hari hanya menyimak pelajaran seorang murid dari tiap kelompok sementara murid yang lain mendengarkan. Selain itu, perbaikan kesalahan juga dilakukan seperti ini sehingga semua murid memahami dengan jelas. Pengaturan Waktu Belajar. - Waktu yang ditetapkan untuk tiap pelajaran bisa ditambah/dikurangi. 1. Pembukaan. 2. Al Quran. 3. Hadits. 4. Aqidah dan fiqh. 5. Pendidikan Islam. 6. Bahasa. Cara Penyampaian Definisi Dan Motivasi. - Definisi dibacakan di setiap awal pelajaran. Definisi itu bukanlah dari segi bahasa maupun istilah, akan tetapi definisi kepahaman. Sehingga murid dapat mengenal bahasan dengan baik. - Pada setiap pergantian bahasan setiap hari, definisi mesti dibacakan. Atau bisa juga mendengarkan dari murid. - Untuk menumbuhkan semangat dan rasa kepentingan terhadap materi pelajaran maka disampaikan motivasi pada setiap awal bulan. Cara Memberi Tanda Kolom Dan Menandatanginya. - Memberi tanda “√” pada kolom setelah mengajarkannya setiap hari. - Menandatangani tempat yang disediakan setelah menyelesaikan pelajaran. - Mengisi kolom dengan tanda “X” jika murid berhalangan hadir. Cara Mengulang Pelajaran. - Dalam sebulan 5 hari untuk evaluasi pelajaran, 20 hari untuk belajar dan 4-5 hari untuk libur. - Satu hari setiap minggu untuk mengulang seluruh pelajaran seminggu dan dua hari setiap akhir bulan untuk mengulang seluruh pelajaran sebulan. Cara Penanganan Murid Absen Dan Lemah. - Jika di satu kelas ada murid yang absen dan dia bisa memahami pelajaran maka tidak ada masalah. Namun bila dia tidak paham, sedangkan pelajaran berikutnya tidak bisa dipahami tanpa pelajaran tersebut –seperti pelajaran Qaidah Nuraniyah dan Bahasa– hendaknya murid terebut diajar secara privat. Bila pelajaran berikutnya bisa dipahami tanpa pelajaran yang tertinggal, hendaknya dibiarkan agar kolektivitas tetap utuh. Dan usahakan untuk mengingatkaan pelajaran yang tertinggal tersebut pada hari-hari pengulangan pelajaran. Pengaturan Syllabus Bulanan. - Jika ada sebagian bahasan yang selesai dalam waktu singkat, waktunya digunakan untuk mengajarkan bahasan lain sehingga semua bahasan syllabus setiap bulan berjalan dan tamat bersamaan. Ujian Bulanan. - Setelah menyelesaikan dan mengulangi syllabus satu bulan maka diajukan soal-soal bahasan bulan tersebut kepada murid. Pengaturan Absensi Kehadiran Dan Absensi Shalat. - Beri tanda “√” jika murid shalat berjamaah dan beri tanda “X” jika tidak berjamaah. - Kedua tanda itu adalah untuk anak-anak berusia diatas delapan tahun. Maka, jika anak-anak dibawah usia delapan tahun melaksanakan shalat pada waktunya diberi tanda “√”. - Beri tanda “O” jika ia tertinggal dan mengqadha shalatnya, tidak diberi tanda apa pun jika ia tidak mengqadha. - Tanda-tanda seperti ini dibubuhkan sesuai tanggal. Beri dorongan kepada mereka yang belum shalat dan hendaknya mengqadha shalat yang pernah ditinggalkan. - Beri paraf setiap akhir bulan. - Tersedia kolom absen kehadiran murid di kelas. Jika murid hadir, beri tanda “h” dan jika tidak, beri tanda “a”. Cara Penanganan Murid Yang Memiliki Waktu Belajar Lebih Dari Satu Jam. - Jika mereka mencapai satu kelas, percepat syllabus setahun. Kemudian mulai syllabus tahun kedua. - Jika jumlah mereka tidak mencapai satu kelas maka gunakan waktu mereka untuk menghapal surat Al Quran. (www.kamyabihomeschool.com) PENGELOLAAN MAKTAB 1. Tempat Maktab: (a) Masjid (b) Ruangan. (c) Sekolah. (d) Tempat terbuka atau dibawah pohon. 2. Bagaimana Memulai Sebuah Maktab. (a) Menjelaskannya dalam tiga jumat. - Jumat I : Keutamaan dan kepentingan ilmu. - Jumat II : Syllabus dan system. - Jumat III : Rincian syllabus dan daftar ajaran baru. - Jika tidak bisa diadakan pada hari jumat, penjelasan tentang syllabus bisa dilakukan pada hari Ahad atau hari lain (waktu banyak orang berkumpul). (b) Pamflet. - Berisi kerangka syllabus dan motivasi singkat. - Mencantumkan waktu-waktu belajar. - Mencantumkan nama-nama ustadz beserta nomor yang bisa dihuhungi. 3. Waktu-waktu belajar - Menentukan waktu sesuai kemudahan. - Waktu belajar anak-anak adalah pagi, siang dan sore. - Waktu belajar yang mudah bagi orang dewasa adalah setelah shalat Shubuh dan Isya. - Waktu belajar yang mudah bagi para wanita adalah dari jam 11 sampai jam empat sore. - Waktu belajar di kota : tujuh atau delapan jam, sedangkan di desa : pagi dan siang hari. - Waktu libur hendaknya disesuaikan dengan sekolah. |
4. Pendaftaran Masuk. (a) Formulir pendaftaran. - Menerima anak di atas empat tahun dan orang dewasa. - Memasukkan anak perempuan di atas sembilan tahun di maktab putri. - Dalam satu jam dapat menerima pendaftaran masuk dua belas sampai dua puluh anak. (b) Pembagian tingkat kelas berdasarkan umur. - Jika tingkat kepahaman anak-anak setara, akan mudah mengajar mereka secara kolektif. - Membuat kelas yang berbeda bagi anak-anak dan orang dewasa untuk memudahkan belajar mereka. (c) Iuran. - Iuran bulanan murid:
- Menangani murid yang tidak mampu membayar:
5. Kriteria Ideal Ustadz. - Bacaan Al Quran para ustadz harus benar, sehingga bacaan Al Quran santri pun benar. - Ustadz hendaknya alim dan hafizh. - Jika ustadz bukan alim, hendaknya bacaan Al Qurannya benar, membaca dan menulis bahasa Indonesia serta berjiwa dewasa. - Ustadz pernah ikut pelatihan yang diadakan. - Tanggung jawab ustadz adalah mengajarkan syllabus dengan disiplin, disertai rasa kasih sayang. Tidak mendidik mereka dengan pukulan. Dan hendaknya ustadz selalu berusaha agar 100% anak-anak yang ada di kampung itu belajar di maktab. - Menambah tenaga ustadz jika jumlah murid banyak. - Jika jumlah ustadz banyak, pilih salah seorang menjadi pimpinan maktab. 6. Lingkungan Maktab (a) Kebersihan. - Islam sangat mementingkan kebersihan. - Pendidikan Anak. (b) Pakaian seragam. - Seragam membentuk lingkungan belajar yang kondusif dan membangkitkan semangat. - Seragam menghapuskan perbedaan antara yang miskin dan yang kaya. - Dengan seragam, secara naluri anak akan siap datang dengan niat belajar. - Menimbulkan kecintaan terhadap pakaian Islami. (c) Papan tulis. - Memudahkan pengajaran secara kolektif. - Memudahkan ustadz untuk memahami dan memahamkan anak. (d) Meja tulis. - Menghindari ketidaksopanan kepada buku. - Memudahkan pengaturan tempat duduk murid. (e) Fasilitas-fasilitas lain. - Lampu, kipas angin dan tikar. 7. Mengajar secara Kolektif
8. Metode Ujian (a) Manfaat ujian. - Mengetahui tingkat kepahaman anak. (b) Melaksanakan ujian semester dan tahunan. (c) Penyusunan nilai ujian. - Memberi nilai ujian anak-anak dengan adil. - Bagi murid yang lemah jangan sampai tidak diluluskan. Dikhawatirkan dia akan patah semangat dan tidak mau belajar lagi. - Jangan memberi nilai yang berlebihan sehingga menimbulkan kebanggaan yang membahayakan murid. - Harus mencantumkan keadaan belajar murid sehingga ustadz dapat memperbaiki kelemahannya. 9. Nilai Ujian (Rapor) - Ustadz dan pengurus mengundang wali murid untuk memberikan nilai ujian. - Menerangkan perkembangan belajar murid dengan cara yang positif dan kelemahan murid dengan hikmah. - Mengarahkan anak-anak agar dapat mengikuti syllabus enam belas tahun. - Mengarahkan wali murid dan keluarganya. 10. Perayaan Akhir Tahun (a) Tujuan perayaan. - Membangun kesadaran masyarakat. - Memaparkan perkembangan maktab dan manfaatnya kepada masyarakat. (b) Waktu perayaan. - Waktu singkat. - Diadakan pada saat masyarakat dapat berkumpul dengan mudah. - Menyampaikan program dalam perayaan. (c) Tempat perayaan. - Masjid. - Tempat terbuka atau aula. (d) Bagaimana mengundang untuk perayaan. - Mengundang wali murid. - Mengundang setiap penduduk laki-laki kampung. - Mengundang tokoh masyarakat dan tokoh agama di kampung dan sekitarnya. - Jika tersedia hijab, wanita diundang juga. (e) Hindari pengeluaran berlebihan untuk perayaan. (f) Program perayaan. - Semua murid ditampilkan dalam perayaan agar menambah kepercayaan diri dan semangat belajar. - Dipaparkan sebagian program syllabus. - Diadakan juga pembacaan puji-pujian kepada Allah I , shalawat dan peragaan dialog pelajaran. (g) Pembagian hadiah. - Memberikan hadiah kepada murid peringkat I, II dan III sehingga dapat menambah semangat belajar mereka dan kepada murid-murid yang lain untuk berlomba meraih prestasi. - Memberikan hadiah kepada murid yang tidak pernah absen di kelas. - Memberikan hadiah kepada murid yang tidak pernah absen shalat berjamaah. - Hadiah juga diberikan kepada setiap murid yang menghadiri perayaan. (h) Ceramah motivasi. - Mengarahkan agar anak-anak mengikuti program diniyyah enam belas tahun. - Mengarahkan orang-orang dewasa untuk mengikuti program diniyyah. - Mengarahkan para wanita untuk mengikuti program diniyyah. 11. Tanggung Jawab Pengurus Maktab (a) Mengendalikan urusan maktab. - Mengatur keperluan-keperluan maktab misalnya baju seragam, buku, papan tulis, tikar, meja tulis, lampu, kipas angin dan lain-lain. - Menarik uang buku dan menyusun pembukuan serta distribusi uang bulanan. (b) Menyusun penempatan ustadz yang sudah di training di maktab. - Menghubungi penanggung jawab center dalam urusan penempatan ustadz. - Meng-interview ustadz lama dan mengirimkan ke center untuk pelatihan. - Mengatur perbaikan ustadz yang belum memenuhi standar. - Mengatur pemberian gaji yang layak untuk ustadz. - Menyediakan tempat tinggal dan konsumsi ustadz sesuai kemampuan. (c) Bermusyawarah dengan ustadz mengenai murid yang absen dan jumlahnya. - Menemui orang tua murid yang absen dan memotivasi mereka secara berkala untuk memberangkatkan anaknya ke maktab. - Menemui orang tua yang anaknya belum belajar di maktab dan memotivasi mereka agar memasukkan anaknya ke maktab. (d) Memikirkan peningkatan standar pengajaran maktab. - Selalu bermuzakarah dengan ustadz maktab. - Selalu bermuzakarah dengan Peniliktentang maktab. - Mengevaluasi maktab secara berkala. - Sering berhubungan dengan center. (e) Menghubungi center untuk mengadakan ujian semester dan tahunan maktab. (f) Mengundang wali murid saat pembagian rapor. (g) Mempersiapkan perayaan tahunan maktab. - Mengendalikan urusan perayaan tahunan. - Menyiapkan hadiah-hadiah untuk murid. (h) Mengirimkan ustadz untuk menyampaikan laporan perorangan dan kolektif kepada pusat. (i) Hadir dalam rapat para pengurus di pusat. ATURAN MEMBUAT MAKTAB PUTRI Beberapa Masalah Khusus Maktab Putri. (1) Kepentingan maktab putri. - Agama dalam diri wanita adalah sebab masuknya agama dalam keluarga. - Maktab sebagai sarana yang mudah bagi wanita untuk mempelajari agama. (2) Tempat maktab putri. - Maktab putri dapat dibuat di maktab anak-anak. Di waktu maktab tutup (misalnya dari jam sebelas sampai jam tiga) kelas bisa digunakan untuk maktab putri. - Ruangan yang berhubungan langsung dengan masjid (dengan syarat adanya hijab). - Ruangan terpisah atau rumah pribadi pada waktu laki-laki tidak ada di rumah. (3) Ustadz maktab putri - Wanita yang alimah. - Jika bukan alimah, setidaknya mampu membaca Al Quran dengan benar dan bisa baca tulis. (4) Waktu belajar. - Biasanya dari pukul 11.00 sampai pukul 16.00 wanita sudah tidak memiliki tanggungan. (5) Pengurus maktab. - Wanitalah yang mengendalikan urusan pengaturan. - Pengontrolan maktab putri dilakukan melalui wanita juga. - Hendaknya memegang kuat aturan-aturan agama ketika mengadakan pelatihan untuk wanita. Dalam masalah pengajaran dan pengaturan lainnya maktab putri sama dengan maktab biasa. Deeniyat di Sekolah (a) Kepentingan syllabus agama di sekolah. - Memasukkan syllabus agama di sekolah sangatlah mudah karena sudah ada manajemen. - 98 % anak belajar di sekolah. Jika di sekolah diajarkan ilmu agama, kebanyakan murid dapat belajar agama. - Pemerintah memberikan waktu 2 jam pelajaran untuk mata pelajaran agama, maka ilmu agama dapat diajarkan pada jam tersebut. - Sangat mudah menjalankan syllabus ini di sekolah-sekolah yang para staf, murid dan pengurusnya muslim. - Memotivasi dan menanam rasa tanggung jawab kepada ustadz, kepala sekolah dan pengelola lembaga serta menjelaskan manfaat dan pengalaman syllabus ini. - Meminta kepada pihak sekolah untuk menyediakan waktu satu jam agar dapat mengajarkan syllabus ini dengan sempurna. - Jika waktu kurang dari satu jam maka pengaturan syllabus ini adalah sebagai berikut :
MANAJEMEN CENTER Apakah Manajemen Center Itu? (a) Kantor Manajemen Center dibangun untuk menjalankan manajemen pengawasan maktab, pelatihan para ustadz, evaluasi pembelajaran dan memikirkan maktab-maktab yang ada di seluruh daerah. (b) Manajemen Center dibangun di pesantren, maktab besar (muridnya mahir dalam membaca Al Quran sehingga maktab-maktab yang lain juga benar bacaannya) atau bisa juga di sekolah yang bisa mengawasi maktab di sekitarnya, mengadakan pelatihan, pengaturan tenaga ustadz, evaluasi belajar dan mengusahakan peningkatan maktab-maktab mencapai standar. (c) Adanya Kepala Center. (d) Dalam pengelolaan center diperlukan pengurus yang aktif, berfikir, loyal kepada maktab, dan menyediakan waktunya untuk maktab. (e) Sebuah Center membawahi maksimal lima puluh maktab dalam radius 25 km. - Sulit menangani maktab jika lebih dari lima puluh (sulit dalam pengawasan). - Jika jumlah maktab lebih dari 25 maka hendaknya dibangun Center lainnya. - Jika maktab-maktab itu jaraknya melebihi 25 Km, sulit mengawasinya. (f) Penilik Center. - Penilik adalah seorang yang alim. - Bacaan Al Qurannya benar. - Mampu berceramah. - Berakhlak mulia dan memiliki sifat lemah lembut. (g) Maktab percontohan Center. - Dekat dengan Center sehingga mudah dalam pengawasan. - Dari maktab percontohan ini pengurus akan mendapatkan pengalaman tentang maktab. - Dengan menunjukkan maktab percontohan akan mudah untuk membentuk maktab baru.(www.kamyabihomeschool.com) Tugas Pengurus Center (a) Penempatan ustadz di maktab. - Menginterview para ulama dan hafiz (mendengarkan bacaan Al Quran terutama pengucapannya). - Menngatur perbaikan ustadz yang belum lulus. - Mengadakan pelatihan bagi ustadz yang lulus (pengenalan syllabus, metode pengajaran serta penjelasan manajemen maktab). - Menyusun evaluasi pelatihan dan penempatan mereka di maktab. - Membuat daftar para ustadz yang lulus dan sudah dilatih agar dapat memenuhi permintaan. - Memperlihatkan keadaan maktab kepada para ustadz terlatih dan menugaskan mereka. - Memberi hadiah kepada “ustadz terbaik” sehingga dapat meningkatkan semangat. (b) Merekrut ustadz melalui kursus “Muallim Diniyah”. - Merekrut pemuda-pemuda daerah yang belum memiliki ustadz dan imam shalat. - Yang direkrut adalah pemuda yang memiliki sifat sederhana dan lebih baik lagi bila sudah pernah keluar bersama jamaah. - Mengarahkan mereka agar dapat meluangkan waktu keluar satu tahun. - Delapan bulan untuk mengajar dan empat bulan keluar bersama jamaah. - Menyediakan kebutuhan makan dan tempat tinggal bagi para ustadz di madrasah. - Menentukan penempatan mereka sejak awal sehingga begitu tamat mereka dapat bekerja di sana. (c) Mengatur pengontrolan maktab-maktab. - Menyusun evaluasi seluruh maktab melalui Penilik, sebulan sekali di kota dan dua bulan seklai di desa. - Menyusun manajemen kerja pengawasan maktab melalui Penilik. - Mengambil laporan tertulis dari Penilik setiap bulannya. - Bersama Penilik, secara berkala mendatangi maktab-maktab dan mengevaluasi pengajaran serta memperhatikan hal-hal yang perlu diperbaiki. Dan juga menemui para pemuka daerah agar mereka memperhatikan maktab. - Mendatangi semua maktab. (d) Mengambil laporan dari ustadz baik secara perorangan maupun kolektif. - Pada tanggal yang sudah ditentukan mengambil laporan setiap bulan di kota dan setiap dua bulan di desa. - Sekali tempo mengambil laporan perorangan dan di lain waktu secara kolektif. - Pengawas daerah diikutsertakan dalam laporan perorangan. - Hal-hal yang dibicarakan dalam laporan perorangan ustadz : 1. Keadaan belajar murid 2. Jumlah murid dan tambahan waktu belajar 3. Kesulitan-kesulitan yang dialami dalam mengajar 4. Muzakarah tentang urusan manajerial 5. Mengevaluasi kehadiran ustadz - Hal-hal yang dapat disampaikan dalam laporan kolektif ustadz: 1. Motivasi 2. Pelatihan (agar ustadz lama dan baru menjadi terlatih) 3. Pengarahan-pengarahan 4. Target. (e) Menyusun ujian semester dan tahunan untuk maktab. - Menyusun ujian dan tahunan untuk maktab bersama para pengawas dan ustadz. (f) Memotivasi semua maktab untuk mengadakan perayaan tahunan perayaan tahunan dan membimbingnya. (g) Mengundang pengurus maktab-maktab untuk meningkatkan fikir. - Mengadakan rapat pengurus maktab setiap bulan di kota dan setiap dua bulan di desa. - Mengambil laporan maktab dari pengurus agar yang lainnya mengetahui perkembangan yang ada dan menumbuhkan semangat baru. - Memotivasi para pengurus. - Mengarahkan para pengurus untuk penentuan target. (h) Mengumpulkan para dermawan dan kalangan terpelajar untuk berfikir bersama. - Mengundang para dermawan dan orang-orang terpelajar untuk melaporkan keadaan maktab. - Meminta kesedian mereka untuk mendatangi maktab-maktab. - Menyampaikan kondisi kampung yang sudah ada maktab dan yang belum ada. (i) Mangatur ditribusi buku ke setiap maktab dan sekolah. - Menyusun distribusi buku ke setiap maktab dan sekolah. - Menyimpan stok buku sehingga dapat memenuhi permintaan. - Mengumpulkan uang pembelian buku dan mengirimkannya ke Center. (j) Menanggung sendiri urusan maktab. - Membuat manajemen iuran untuk memenuhi tanggungan maktab. - Memotivasi masyarakat setempat. - Meminta perhatian para dermawan yang ada di kampung itu dan sekitarnya. - Mengatur persediaan bahan makanan. (k) Membangun maktab-maktab putri. - Membangun maktab untuk pendidikan mereka dengan memperhatikan aturan-aturan hijab dalam syariat. - Yang mengajar murid putri adalah perempuan. - Mengatur urusan ustadz perempuan dan menyediakan tempat pelatihan bagi mereka. - Mengatur sistem pengawasan maktab putri. (l) Membangun maktab-maktab baru. - Mengundang tokoh masyarakat ke Center dan memperlihatkan maktab percontohan. - Memberikan motivasi dengan memaparkan program, syllabus dan sistem beserta manfaatnya kepada mereka. (m) Menjalankan program diniyah di sekolah dan perguruan tinggi. - Mengenalkan dan menjelaskan manfaat syllabus “Diniyah” kepada para kepala sekolah dan rektor perguruan tinggi dan memotivasi mereka untuk memulainya. - Membantu hal-hal yang berkaitan dengan pengajaran ketika syllabus “Diniyah” ini dimulai di sekolah dan perguruan tinggi. Tugas Penilik (a) Mendatangi setiap maktab sesuai dengan manajemen kerja. - Setiap hari paling tidak harus menetap di satu kampung sehari penuh. - Mengevaluasi metode pengajaran dan pendidikan para ustadz. - Mengevaluasi perkembangan belajar murid dan jumlah mereka. - Mengevaluasi absensi murid. - Mengevaluasi jumlah murid dan pembagian kelas. - Pengarahan kepada hal-hal yang perlu diperbaiki dengan hikmah. - Mengevaluasi maktab dengan sikap lemah lembut dan simpatik. Jangan bersikap seperti penguasa atau juragan. (b) Menemui para pengurus maktab. - Menyampaikan laporan perkembangan maktab, - Mengarahkan bagaimana memikirkan perkembangan maktab, (c) Memberikan laporan tertulis harian dan bulanan. (d) Bagaimana mengumpulkan penduduk kampung dan mengarahkan mereka untuk ikut berfikir. - Mengundang seluruh penduduk kampung lalu disampaikan tentang keutamaan dan kepentingan ilmu agama. Untuk mengarahkan mereka agar mengirimkan anak-anak mereka ke maktab. - Memotivasi laki-laki dewasa di sana untuk belajar di maktab dan menyusun kegiatan mereka. - Memotivasi wanita di sana untuk belajar di maktab dan menyusun kegiatan mereka. (e) Memikirkan distribusi buku ke maktab-maktab. (f) Mengajak para ustadz dan pengurus untuk menghadiri rapat Center dan ikut serta juga di dalamnya. (www.kamyabihomeschool.com) |