sekolah rumah kamyabi homeschool
Kamyabi HS Gabung Asah Pena Mengantisipasi geliat kehidupan masyarakat Tangsel khususnya di Komplek Bumi Serpong Damai dengan berbagai atribut antara lain sebagai Kota Mandiri, Kota Satelit, Kota Pendidikan bahkan sebagai Kota Santri, Kamyabi Homeschool bergabung dengan Asah Pena (Assosiasi Sekolah Rumah dan Pendidikan Alternatif). Dengan nomor anggota: # 31/AP-KTS/VII/2010 Kekuatan berjamaah pasti lebih hebat daripada sendiri. Lihat contohnya shalat berjamaah. Ujar Bang Ied, pendiri Kamyabi Homeschool. Di BSD ini ada banyak sekolah dan ada banyak metode belajar yang ditawarkan, tapi penduduknya sangat heterogen maka tidak ada salahnya kita fasilitasi sarana belajar model homeschooling juga. Banyak expatriate di sini, banyak orang ngontrak rumah di sini, banyak orang sering pindah tugas ke sini, karena itu sarana pendidikan anak harusnya juga disediakan. Raport dan Ijazah Pertanyaan orang tua itu adalah kalau ikut homeschooling bagaimana nanti legalitas ijazah anak saya? Ungkapan ini dilontarkan oleh Hendra Imang, mewakili kekhawatiran orang tua tentang ijazah anaknya. Undang-Undang menjamin pendidikan anak karena itu kami jamin anak-anak dapat ikut ujian nasional pada saatnya nanti, misalnya untuk Tingkat Sekolah Dasar pada kelas 6, SLTP pada kelas 9 dan SLTA pada kelas 12. Bahkan raport juga dapat disediakan, maksudnya apa? Mungkin suatu saat sang anak ingin masuk sekolah formal maka akan dilihat raportnya. Dan ada tiga alasan kenapa ijazah disediakan, pertama jika suatu hari nanti sang anak ingin melanjutkan ke sekolah formal, kedua jika ingin kuliah di PTN dan ketiga jika ingin bekerja di sektor formal. Ijazahnya legal, diakui oleh Negara, setara dengan ijazah sekolah formal lainnya. Yang penting anaknya memiliki kompetensi, yakni sanggup menjawab dengan betul soal-soal yang diajukan di dalam ujian, lha… untuk mampu menjawab soal-soal itu anak-anak mesti belajar. Belajar dimana, dengan siapa, bagaimana caranya, bukan masalah, yang penting memiliki kompetensi. Ujar Didi Sutisna, Kabid PNFI Dinas Pendidikan Kota Tangsel. | Selasa 30 Nov’10, Anak-anak Kamyabi Homeschool kembali menerima kunjungan Bapak Didi Sutisna, Kadis PNFI Kota Tangsel Banten. Dalam pertemuan tersebut beliau menjelaskan teknis program kesetaraan yang di syaratkan pemerintah untuk mendapatkan ijazah setingkat SD, SMP dan SMA.
“Begitu fleksibelnya sekolah rumah ini sehingga sekolah SD boleh hanya empat tahun, SMP dan SMA boleh hanya 2 tahun, syaratnya memiliki IQ di atas 130. Ini namanya program akselerasi” “Saya jelaskan kepada Gubernur betapa banyak keuntungan sekolah rumah ini, antara lain gurunya tidak minta digaji oleh pemerintah, tidak ada kenaikan pangkat dan jabatan, tidak minta dibuatkan gedung sekolah dan anak-anaknya tidak akan tawuran…, lha dia sekolah di rumah sendiri…” ujarnya sambil tertawa. “Hanya perlu kita fasilitasi berupa pengakuan…dan itu sudah terlaksana, buktinya itu Asosiasi Sekolah Rumah yang dipimpin Kak Seto.” MOU Sekolah Negeri Pak Didi juga menyarankan agar Kamyabi Homeschool membuat MOU dengan Sekolah-sekolah Negeri yang ada di Tangsel untuk menggunakan fasilitas Perpustakaan, Lab. Bahasa, dan fasilitas lainnya di sekolah tersebut. Dalam kesempatan tersebut Bang Ied juga menyerahkan spanduk tanda dimulainya kampanye “aku sekolah di rumah”. Kompetensi Pada kesempatan terpisah Budi Trikoranyanto, Ketua Komunitas Homeschooling Pelangi sekaligus Sekretaris Asah Pena menjelaskan bahwa kompetensi untuk anak SD 4 Mata Pelajaran (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, PPKN) untuk SLTP 5 Mata Pelajaran (IPA, IPS, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggeris dan PPKN) untuk SLTA Jurusan IPA 6 (Bahasa Indonesia , Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Kimia, Biologi) SLTA Jurusan IPS 6 (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Ekonomi, Sosiologi , Geografi) SLTA Jurusan Bahasa 6 (Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sastra Indonesia, Sejarah /Antropologi dan Bahasa Asing Pilihan). Ada lagi sekolah kejuruan yang Mata Pelajarannya disesuaikan dengan minat anak. Tempo doeloe, pandai besi ajarkan anaknya menjadi pandai besi, tukang kayu ajarkan anaknya menjadi tukang kayu. Dimana mereka belajar…? Ya di rumah, homeschooling. Ujar Budi sambil tersenyum (bi) |
Pemicu Homeschooling Macam2
Pemicu orang tua menjalani program homeschooling macam-macam, ujar Bapak Abdul Kahar dari Ditjen PNFI Depdiknas RI, di dalam sambutannya pada Acara Silaturrahim dengan Anak-anak Kamyabi Homeschool BSD City Serpong, Ahad 25 April 2010.
Artis Neno Warisman Beliau menceritakan bagaimana misalnya artis Neno Warisman terpicu ketika sedang menjemput anaknya di sekolah kelas 3 SD, ia menyaksikan anaknya sedang berolahraga terjemur panas matahari. Maka dia keluarkan anaknya dari sekolah kemudian memulai homeschooling. Anak Menteri Homeschooling ini bukan hal baru di Indonesa, bahkan anak Menteri ada yang homeschooling. Misalnya anak ex Menteri BUMN Bapak Sofyan Jalil menjalani program homeschooling. Alhamdulillah kami juga yang memfasilitasi ujian nasionalnya Paket C. Ijazahnya diakui bukan hanya di dalam negeri tapi bahkan di luar negeri. Sekarang anak itu kuliah di Australia. Kesan Homeschooling adalah High-Class Memang sementara ini ada kesan bahwa homeschooling hanya milik orang-orang mapan, karena memerlukan fasilitas yang ekstra seperti computer, internet, dll. tapi sebenarnya setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk mendidik anaknya di rumah. Mudah-mudahan kamyabi dapat memfasilitasi homeschooling yang lebih terjangkau. Ujar Drs. Abdul Kahar, M.Pd, yang kini menjabat sebagai Kepala Subdirektorat Kesetaraan Pendidikan Dasar Ditjen PNFI. | Cara Sahabat Belajar
Pada kesempatan tersebut Bapak Abdul Halim Said (Bang Ied), pendiri Kamyabi Homeschool melaporkan bahwa sekolah rumah itu dimulai tahun 2005. Intinya ingin meniru cara sahabat Nabi belajar, ujarnya… Di dalam laporan tertulisnya yang ditujukan kepada Presiden RI beliau menulis bahwa, Suatu hari di tahun 2005 kami melihat segerombolan anak sekolah, lelaki dan perempuan, saling menyemprotkan cat aneka warna di baju seragam mereka, sambil tertawa lepas penuh kegirangan, kejar-mengejar satu sama lain. Tiba-tiba timbul rasa menyesal yangsangat mendalam di dalam hati, rasa bersalah bercampuraduk dengan rasa duka dan marah yang tak tertahankan. Ini adalah bukti kegagalan sekolah, sia-sia segala pelajaran kebaikan selama betahun-tahun. Kemana hendak mengadukan perkara ini? Baca Selengkapnya…>> Acara silaturrahim ini berlangsung penuh kekeluargaan, ananda Ukasyah dan Usamah setoran Hafalan 40 Hadits kepada Bapak Abdul Kahar. Acara yang dipandu oleh Ustadz Adriansyah ini dihadiri para tetangga dan Jamaah Masjid Darul Ishlah, As Syarif, Al Ihzan, Al Ikhlas, An Nur, dll. Dan turut dimeriahkan pula dengan kehadiran artis Jhon Dayat. (mm) |