Ust. Muhammad Arifin Ilham(Pimpinan Majelis Az Zikra):
"SubhanAllah, homeschooling bukan sekolah alternatif kalau diprogram sesuai dengan cita-cita anak dan harapan orang tua, terutama dari segi akhlaq. Tidak ada yang mubazir untuk dipelajari, semua jadi terjaga dan focus. Hanya saja tetap perhatikan kecerdasan gaul anak..." ( 01.03.2010, 12:51) www.kamyabihomeschool.com
Ust. Bobby Herwibowo Lc (Pengasuh Majelis Al Kauny)
Seorang anak kecil usia belia bernama Rabiah bin Ka’ab Al Aslamy pernah mendapat tawaran dari NAbi SAW: “Mintalah apa saja padaku wahai ananda?!” Rabiah menjawab: “Aku meminta kepadamu ya Rasulullah agar aku diperkenankan menjadi pendampingmu di dalam surga!” Subhanallah anak usia belia ini sungguh memiliki cita2 hebat yang sulit dicari pada zaman sekarang ini. Tidak tergiur dengan keindahan dunia & tidak lalai untuk meraih kebahagiaan akhirat. Ketika Rasul SAW menawarkan kepadanya “mintalah hal selain dari itu!” Rabiah menjawab “Tidak ada yangaku inginkan selain itu saja ya Rasulullah!” Saksikan wahai saudara, sungguh Rasulullah SAW pernah mendidik generasi ummat ini dengan pendidikan yang terbaik. Pendidikan yang berorientasi surga. Sehingga anak kecil belia pun sudah berharap & bercita2 masuk surga. Subhanallah….! (15.03.2010 08:40)www.kamyabihomeschool.com
DR. Daud Rasyid MA (Pakar Ilmu Hadits, Pendiri Markaz Hadits)
Sekolah adalah hasil kreasi manusia yang ada kelebihannya juga ada kelemahannya. Islam membolehkan kreasi seperti ini tetapi bukan harga mati. Di Amerika banyak keluarga muslim membuat homeschooling, ternyata hasilnya sangat memuaskan. Jadi sekolah bukan satu2nya jalan untuk menjadi pintar. (Email: Fri 4/9/ 7:55 PM) www.kamyabihomeschool.com
Drs. H. Muhammad Hidayat MM MBA (Dewan Pengawas Syariah Ahadnet)
"Kehadiran HS di Indonesia sangat dibutuhkan masyarakat karena beberapa faktor al: 1. Daya tampung sekolah formal yang terbatas. 2. Orientasi sistem pendidikan nasional yang dinilai tidak focus, silabus yang terlalu banyak, berorientasi materialistik, formal, kaku dan tidak mengacu kepada kebutuhan anak didik. 3. Banyaknya anak bangsa yang memerlukan sekolah dengan tetap memperhatikan hak-hak azasi anak seperti bermain, mendapatkan kasih sayang orang tua, beribadah dan berinteraksi sosial. 4. Anak bangsa yang memiliki ketidaksempurnaan (cacat) fisik/psikis dapat ditampung dengan sistem HS. 5. Dapat menekan biaya pendidikan. 6. HS merupakan paduan pendidikan yang menyeimbangkan kebutuhan EQ, SQ dan IQ. ((01.03.2010, 11:22) www.kamyabihomeschool.com
HS Membuat Saya Ploong..ng..
Pengakuan Ibunda Archel Alhamdulillah, saya merasa
plooong... sekarang, setelah anak saya ikut homeschooling. Pengajian2 di dekat
rumah dapat saya hadiri bahkan membantu kegiatan RT pun saya siap.
Sebelumnya, ketika anak saya sekolah biasa, waktu terasa begitu cepat
berlalu. Sibuk nggak karu2an. Pagi2 harus siapkan makanan, pakaian bahkan
peralatan sekolah. Kemudian ngantar ke sekolah dgn segala penderitaan di jalan.
Setelah itu saya pulang ke rumah harus perhatikan jam berapa jemput kembali.
Belum lagi kalau ada kegiatan ekskul maka bertambah lagi kesibukan. Anak
pulang sekolah kadang bawa PR banyak saya juga yang harus turun tangan. Anak
gak dapat nilai bagus, saya juga yang disalahkan bapaknya. Anak ada masalah
di sekolah, saya juga yang malu. Pokoknya setelah anak saya ikut Kamyabi
Homeschool, saya jadi merasa plooooong...ng... Saya merdeka dari kesibukan
yang tidak karuan. Saya bersyukur dengan adanya sekolah rumah ini karena
ternyata mata pelajarannya sama dgn sekolah biasa, ada raport dan ujian secara
nasional. Keuntungannya, bagi anak saya banyak waktu utk belajar materi yg
disukai dan bagi saya... hemat banyak banget... Www.kamyabihomeschool.com
Ny. Tati Muliyanti (Ibunda Archel Siswa Kelas 7) -Mar 2011
Seto Mulyadi Adopsi "Homeschooling" Dari Pesantren
Kapanlagi.com - Konsep pendidikan home schooling yang dipopulerkan oleh Seto Mulyadi, atau lebih akrab dengan panggilan Kak Seto, ternyata mengadopsi konsep pendidikan yang selama ini dipakai di masing-masing pondok pesantren tradisional yang ada di tanah air."Konsep pendidikan di pondok pesantren tradisional merupakan konsep homeschooling. Konsep ini juga dianut oleh Ki Hajar Dewantoro yang belajar secara otodidak seperti konsep homeschooling," ujar Seto, yang ditemui setelah menjadi pembicara dalam seminar tentang homeschooling di salah satu hotel berbintang di Semarang, Rabu (3/6).
Selain itu, kata dia, KH Agus Salim juga menerapkan konsep belajar di rumah dengan melarang putra dan putrinya menempuh pendidikan di Belanda. "KH Agus Salim jelas menerapkan home schooling," tambahnya. More...>>
Iskandar Zulkarnain SE MSi(Ketum Gafeksi, Dir PT Internusa, ex Komisaris Bank Muamalat Indonesia)
Bukan Hal Baru Homeschooling sebetulnya bukan hal baru. Sebagaimana anak zaman dahulu belajar di rumah kemudian mengikuti ujian Negara, sesuai peraturan pemerintah. (Negara bersangkutan).
Berbagi Peran Untuk homeschooling ini peran orang tua sangat penting, kalau di sekolah umum interaksi antara anak dengan orang tua dalam hal ini (memperhatikan perkembangan dan kebutuhan anak) berbagi dengan guru di sekolah yang mengajar lebih kurang 7 jam sehari, nah fungsi tersebut pada homeschooling diambil kembali oleh keluarga (orang tua). Dimana bagi orang tua dengan aktivitas tinggi bisa membagi perannya dengan guru privat.
Bisa Ikut Banyak Kegiatan Anak-anak yang ikut homeschooling tidak melulu berada di rumah, malah sebaliknya dia bisa ikut di banyak kegiatan sosial dan aktifitas orang tuanya yang tidak terbentur dengan jam sekolah.
Time Management Kemampuan orang tuanya memanage waktu untuk anak yang masih kecil dan kemampuan anak remaja memanage waktunya sendiri dapat ter-asah dengan adanya homeschooling.
Solusi Bagi Indigo dan Autis Begitu juga bagi anak yang berkebutuhan khusus seperti indigo (anak super) juga untuk anak autis yang sering di awal belajarnya berbenturan dengan tata tertib sekolah karena rata-rata mereka tidak mau sekolah, maka untuk anak super dan yang berkelainan ini dapat dikelola dengan cara homeschooling. (14.03.2010 09:59) klik www.kamyabihomeschool.com