sekolah rumah kamyabi homeschool
Fadhilat Mendidik Anak
Ayat Al Quran
1.“Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang telah Menciptakan, Tuhan yang menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu Maha Mulia, Yang mengajakan (manusia) dengan perantaraan Qalam. Yang mengajarkan manusia apa-apa yang tidak ia ketahui.” (Q.S. Al 'Alaq: 1-5) 2. Dan katakanlah:”Ya Rabbi, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan”. (QS. Thaahaa: 114) 3. ”Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui” (Q.S An-Nahl: 43) 4. “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantaramu dan orang- orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (Q.S al-Mujaadilah: 11) 5. “Wahai orang-orang beriman! Peliharalah dirimu dan ahli keluargamu dari api neraka”(QS At-Tahrim: 6) Hadits Rasulullah SAW 1. “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan fithrah, orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi.” (HR Bukhari) 2. “Kewajiban orang tua terhadap anaknya adalah mengajarinya tulis baca, berenang dan mema-nah, serta tidak memberinya makan kecuali dari yang halal”. (HR Al Hakim). 3. “Barangsiapa mempunyai dua anak perempuan yang dipelihara dan dididik dengan baik maka mereka akan menyebabkannya masuk surga. (HR Bukhari) 4. “Mengapa tidak kau ajarkan kepadanya (anak itu) menenun, sebagaimana dia telah diajarkan tulis baca?(HR Nasai) 5. “Menuntut Ilmu adalah fardhu bagi orang islam laki-laki dan perempuan” (HR Ibnu Abdil Barr) 6. “Barangsiapa memudahkan langkahnya menuntut ilmu, maka Allah akan memudahkan langkahnya masuk surga”(HR Muslim) 7. “Tidurnya seorang alim lebih ditakuti setan daripada ibadahnya seribu abid (tanpa ilmu).” (HR Tirmidzi) 8."Apabila anak Adam meninggal, maka terputuslah seluruh amalnya kecuali tiga: shadaqah jariyah, ilmu yang manfaat dan anak shaleh yang mendoakannya" (HR. Muslim) 9.Bukanlah dari golongan kami orang yang tidak menyayangi yang lebih muda dan tidak menghormati yang lebih tua.' (HR Tirmidzi) Kaul Sahabat 1. Ibnu Abbas ra: “Sesungguhnya orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain, maka setiap hewan melata akan menohonkan ampunan baginya, termasuk pula ikan paus di lautan.” 2. Saad bin Abi Waqash ra: “Kami pernah mengajar anak-anak kami sejarah perjuangan Rasulullah SAW sebagaimana kami ajarkan kepada mereka Al Quran.” 3. Ali bin Abi Thalib ra: “Ajarilah anak-anakmu. Sesungguhnya mereka diciptakan untuk zaman yang berbeda dengan zamanmu.” Selanjutnya beliau berkata: a. Ilmu adalahwarisan para Nabi sedangkan harta itu warisan Qarun, Syaddad, Fir’aun, dan lainnya. b. Ilmu akan menjagamu sedangkanharta engkau yang harus menjaganya. c. Pemilik ilmu mempunyai banyak teman sedangkan pemilik harta mempunyai banyak musuh. d. Ilmu apabila diajarkan akan bertambah sedangkan harta apabila dibelanjakan akan berkurang. e. Pemilik ilmu biasa dipanggil dengan sebutan mulia sedangkan pemilik harta bisa dipanggil dengan sebutan hina misalnya si bakhil. f. Pemilik ilmu akan memberi syafaat pada hari kiamat sedangkan pemilik harta akan menghadapi hisab. g. Ilmu jika disimpan tidak akan lapuk dan usang sedangkan harta jika disimpan akan menjadi lapuk dan usang. h. Ilmu adalah cahaya hati sedangkan harta dapat mendatangkan kegelapan hati. i. Pemilik ilmu mengaku sebagai hamba (Allah) sedangkan pemilik harta mengaku/diakui sebagai hartawan. (Sumber Kitab Mawa’idul Usfuriyah. Karya Asy Syekh Muhammad bin Abu Bakar Al Usfuri) Kaul Ulama 1.Imam As Syafi’i: “Barangsiapa yang menginginkan dunia maka hendaklah dengan 'ilmunya. Barangsiapa menginginkan akhirat maka hendaklah dengan 'ilmunya. Dan barangsiapa menginginkan ke dua-duanya maka hendaklah dengan 'ilmunya. (Al-Majmu’, Imam An-Nawawi) 2. Ibnu Khaldun rah a, berkata: ”Sesungguhnya mengajarkan Al Quran adalah azas dari semua pengajaran pada segala dasar-dasar pendidikan di manapun, karena ia adalah syiar agama yang akan membawa kepada ketetapan aqidah dan kemantapan iman. 3. Ibnu Sina rah a,menasihatkan agar memulakan pendidikan anak-anak dengan Al Quran apabila anak-anak telah mulai siap untuk belajar. 4. Imam Ghazali rah a, berwasiat supaya kita memperhatikan benar-benar pendidikan anak-anak dengan mengajar Al Quran, Hadis dan hukum-hukum agama. 5. Yahya bin Abu Katsir Al-Yamani rah a, berkata “Ilmu tidak akan didapatkan dengan bersantai-santai” 6. Syaikh Burhanuddin Az-Zarnuji:“Niat menuntut ilmu haruslah: ikhlas mengharap ridha Allah, mencari kebahagiaan akhirat, menghidupkan agama, menghilangkan kebodohan, dan melestarikan Islam. (Kitab Ta’limul Muta’allim) (bi). Bank Syariah dan Sekolah Syariah
Oleh: Bang_Ied (Konsultan Homeschooling)
Alhamdulillah kita sudah lama kenal dengan bank syariah tapi kita belum kenal dengan sekolah syariah. Apa sih sekolah syariah itu, apa bedanya dengan sekolah konvensional…? Mengapa Pondok-pondok Pesantren, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Institut Agama Islam Negeri tidak dapat disebut sebagai sekolah syariah, padahal yang diajarkan di sana adalah ilmu-ilmu syariah. Apa sebenarnya sekolah syariah itu, gedungnya seperti apa, kelasnya seperti apa, laboratoriumnya seperti apa…? Siapa yang sekolah di sana, tinggal di mana anak sekolahnya, siapa gurunya, tinggal di mana gurunya…? Bagaimana cara belajarnya, bagaimana cara mengajarnya…? Berapa bayarnya, apa pakaian seragamnya, apa kurikulumnya, apa ekstra kurikulernya, di mana sekolah itu adanya, bagaimana hasilnya...? Baca Jawabannya...>> Seorang Ibu Bercerita
Anak saya sekolah di sebuah Sekolah Dasar (swasta) di Kab. Tangerang. Setiap hari naik ojek sepeda motor dengan ongkos Rp. 250.000,- per bulan artinya Rp. 3.000.000,- setahun. Dia juga minta uang jajan Rp. 5000,- per hari, katakanlah dia sekolah 200 hari dalam setahun maka setidaknya kami harus siapkan Rp. 1.000.000,- Biaya-biaya di sekolahnya... 1. Uang Pangkal Rp. 3.000.000,- 2. Uang SPP Rp. 150.000,- x12= Rp. 1.800.000,- 3. Uang Komite Rp. 5.000,- x12= Rp. 60.000,- 4. Uang Komputer Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,- 5. Uang Renang Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,- 6. Uang Bimbel Rp. 30.000,- x12= Rp. 360.000,- 7. Uang Catering Rp. 5.000,- x200 hari = Rp. 1.000.000,-) 8. Uang Kas Kelas Rp. 10.000,- x12= Rp. 120.000,- 9. Uang Ekstra Kurikuler Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,- 10. Paket Buku setahun (Rp. 350.000,-) Jadi minimal biaya untuk seorang anak dalam setahun adalah 11.230.000,- (sebelas juta dua ratus tiga puluh ribu). Belum termasuk baju seragam, dan biaya-biaya lain yang tak terduga dalam setahun. Wah... hitung-hitung mahal juga ya. Bagaimana kalau punya 2 anak, 3 anak, 4 anak, 8 anak, 16 anak... SubhanAllah... Ada yang tahu nggak ya dimana sekolah yang terjangkau oleh setiap keluarga...? klik www.kamyabihomeschool.com Kemana Menyekolahkan Anak...?
Al-Ustadz Aunur Rofiq Ghufron
“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai” [Ar-Rum : 7] Ayat diatas merupakan peringatan keras bagi orang yang hanya mementingkan urusan dunia sedangkan urusan akhiratnya dilupakan. Contohnya pada bulan-bulan ini, sebagian besar orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada lembaga pendidikan yang berorientasi dunia belaka, sedangkan masalah aqidah, manhaj, adab dan keselamatan di dunia dan akhirat diabaikan. Perhatian mereka hanya berfokus kepada sekolah yang bisa mengantarkan anaknya menjadi cerdas dan cepat dalam pekerjaan. Prinsip ini bukan hanya ada pada orang awam saja, tetapi tokoh agama dan da’i yang menggebu-gebu membela Islam lebih senang menyekolahkan anaknya pada lembaga pendidikan umum yang tidak jelas aqidah dan manhajnya daripada menyekolahkan anaknya di pesantren yang dikelola menurut Sunnah. Baca Selanjutnya...>> | Pelatihan Mengajar Deeniyat
Pelatihan Pengajaran Deeniyat untuk Madrasah Diniyah Angkatan I, berjalan sukses di Hari Kemerdekaan RI. “Inilah cara kami mensyukuri nikmat kemerdekaan”, kata Bang Ied, pendiri Kamyabi Homeschool.
Acara ini diikuti sekitar 40 peserta dari Jakarta dsk, ditambah peserta dari Banjarmasin, Pontianak, Bandung, Tasikmalaya dan Bali. Pelatihan ini dipandu secara langsung oleh Ustd. Harun Al Rosyid, penerjemah Kitab Deeniyat, diikuti secara antusias oleh para peserta, termasuk murid SD dan SMP yang diasuh di KKMB. Mereka dilibatkan dalam praktek mengajar dan semangatnya betul-betul mengagumkan. Metode ini meninggalkan cara punishment (menghukum) dan diganti dengan cara reward (penghargaan). Anak-anak betul-betul merasa tersanjung ketika namanya ditulis di papan sebagai juara 1, 2, 3 dst. “Sebutir permen, jangan lihat harganya… ketika diberikan di hadapan kelas karena prestasinya menghafal, menyebut huruf dengan betul atau disiplin menjaga shalat, maka menjadi motivasi yang sangat luar biasa bagi anak-anak” ujar Ustd. Harun. Kitab ini telah diterjemah ke dalam lebih dari 20 bahasa termasuk Bahasa Indonesia. Kitab ini sangat unik, berbeda dengan kitab diniyah lain. Mengandung pelajaran imaniat, ibadat, muamalat, muasyarat dan akhlaqiyat. Anak-anak mempelajari kesempurnaan agama dari buku pertama dalam hidupnya. Disajikan dengan metode yang sangat mudah bagi setiap orang; yakni bagi murid, guru, pengawas, dan orang tua. Sejak diperkenalkan lebih kurang 6 tahun lalu di India kini telah dibuka lebih dari 20.000 Maktab Diniyah. Belum termasuk maktab-maktab di Amerika, Eropa, Australia dan Afrika. Maktab Center diperkenankan mengawasi maksimal 25 Maktab Diniyah. Setiap maktab boleh memiliki beberapa kelas, tetapi per kelas maksimal hanya 12 anak. “Dalilnya adalah Perang Badr, tawanan yang melek huruf disuruh ngajari 10 orang islam yang buta huruf. Kenapa 12 anak, karena kadang-kadang ada anak yang tidak masuk kelas” jelas Ustd. Harun. Anak laki dan perempuan di atas 8 tahun kelasnya harus dipisah. Anak laki diajar oleh Ustadz dan anak perempuan diajar oleh Ustadzah. Setiap hari anak-anak belajar hanya satu jam. Maksimal dua jam. Boleh di pagi hari, siang hari maupun petang. Tergantung kesiapan guru dan murid. Setiap Mata Pelajaran telah ditentukan berapa hari belajarnya, bulan ke berapa diajarkannya, dll. Ada ulangan mingguan dan bulanan. Misalnya pelajaran "ta'awudz" harus dipelajari selama 12 hari. Jadi bukan sekedar memperbaiki 'makhraj' tapi mengandung pendalaman makna sampai kepada amaliah harian. Bahkan kotak check shalat berjamaah di masjid juga disertakan. "Gaji gurunya darimana? Di India di kawasan miskin ditarik bayaran 20 rupee per bulan tapi di kawasan elit ditarik 500 rupee (Rp. 100.000,-) kalau muridnya ada 3 kelas dapat 3 juta. Usahakan gurunya tidak perlu lagi mencari pekerjaan lain" jelas Ustd. Harun. Insya Allah, dalam kurun waktu tidak terlalu lama, metode ini akan "booming" di Indonesia. Dan yang terpenting, akhlaq anak-anak kita akan berubah menjadi baik. (bi) Ust Yusuf Mansur:
|