Senin, 01 Maret 2010

Biaya Sekolah Kamyabi Homeschool, TERJANGKAU, TERBUKTI

Mahalnya Biaya Sekolah
Sumber : Keluarga Cerdas.com

Sebut saja “KidSport” yang mematok Uang Pangkal sebesar Rp. 3,5 Juta, sementara uang bulanan Rp. 300 ribu – Rp. 575 ribu yang ekivalen dengan Rp. 3,6 Juta – Rp. 6.9 juta per tahun. Ini berarti calon orangtua harus menyediakan total uang pendidikan sekitar Rp.10 Juta di tahun pertama. Nama Kelompok Bermain lainnya seperti Khayangan Montessori School (Depok), Melati Al Izhar (Cinere), Apple Tree (Muara Karang), Phoenix Kids (Menteng) dan Kepompong Playgroup (Jaksel) menetapkan biaya dalam kisaran sebagai berikut:

Uang Pangkal : Rp. 3 juta – Rp.7 juta.
Uang SPP : Rp. 400 ribu – Rp. 850 ribu (Rp. 4,8 juta – 10,2 juta/tahun)
Total tahun pertama : Rp. 7,8 juta – Rp. 17,2 juta.

Baca Selanjutnya...klik>>

Minggu, 28 Februari 2010

Dicari Segera (klik untuk perbesar)

Ust Bobby Herwibowo Lc (Pimpinan Majelis Al Kauny)


Seorang anak kecil usia belia bernama Rabiah bin Ka’ab Al Aslamy pernah mendapat tawaran dari NAbi SAW: “Mintalah apa saja padaku wahai ananda?!” Rabiah menjawab: “Aku meminta kepadamu ya Rasulullah agar aku diperkenankan menjadi pendampingmu di dalam surga!”

Subhanallah anak usia belia ini sungguh memiliki cita2 hebat yang sulit dicari pada zaman sekarang ini. Tidak tergiur dengan keindahan dunia & tidak lalai untuk meraih kebahagiaan akhirat.

Ketika Rasul SAW menawarkan kepadanya “mintalah hal selain dari itu!” Rabiah menjawab “Tidak ada yang aku inginkan selain itu saja ya Rasulullah!”

Saksikan wahai saudara, sungguh Rasulullah SAW pernah mendidik generasi ummat ini dengan pendidikan yang terbaik. Pendidikan yang berorientasi surga. Sehingga anak kecil belia pun sudah berharap & bercita2 masuk surga. Subhanallah….! (15.03.2010 08:40)



Kamis, 25 Februari 2010

Brosur Kamyabi Homeschool (klik)

Ust. Muhammad Arifin Ilham (Pimpinan Majelis Az Zikra):

"SubhanAllah, homeschooling bukan sekolah alternatif kalau diprogram sesuai dengan cita-cita anak dan harapan orang tua, terutama dari segi akhlaq. Tidak ada yang mubazir untuk dipelajari, semua jadi terjaga dan focus. Hanya saja tetap perhatikan kecerdasan gaul anak..." ( 01.03.2010, 12:51)

50 Buku Untuk Setahun

Drs. H. Muhammad Hidayat MM MBA (Dewan Pengawas Syariah Ahadnet):

"Kehadiran HS di Indonesia sangat dibutuhkan masyarakat karena beberapa faktor al:
1. Daya tampung sekolah formal yang terbatas.
2. Orientasi sistem pendidikan nasional yang dinilai tidak focus, silabus yang terlalu banyak, berorientasi materialistik, formal, kaku dan tidak mengacu kepada kebutuhan anak didik.
3. Banyaknya anak bangsa yang memerlukan sekolah dengan tetap memperhatikan hak-hak azasi anak seperti bermain, mendapatkan kasih sayang orang tua, beribadah dan berinteraksi sosial.
4. Anak bangsa yang memiliki ketidaksempurnaan (cacat) fisik/psikis dapat ditampung dengan sistem HS.
5. Dapat menekan biaya pendidikan.
6. HS merupakan paduan pendidikan yang menyeimbangkan kebutuhan EQ, SQ dan IQ. ((01.03.2010, 11:22)

Jumat, 18 Desember 2009

Bagaimana Memulai Homeschooling

Seorang Ibu bercerita:
Anak saya sekolah di sebuah Sekolah Dasar (swasta) di Kab. Tangerang. Setiap hari naik ojek sepeda motor dengan ongkos Rp. 250.000,- per bulan artinya Rp. 3.000.000,- setahun. Dia juga minta uang jajan Rp. 5000,- per hari, katakanlah dia sekolah 200 hari dalam setahun maka setidaknya kami harus siapkan Rp. 1.000.000,- Biaya-biaya di sekolahnya...
1. Uang Pangkal Rp. 3.000.000,-
2. Uang SPP Rp. 150.000,- x12= Rp. 1.800.000,-
3. Uang Komite Rp. 5.000,- x12= Rp. 60.000,-
4. Uang Komputer Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,-
5. Uang Renang Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,-
6. Uang Bimbel Rp. 30.000,- x12= Rp. 360.000,-
7. Uang Catering Rp. 5.000,- x200 hari = Rp. 1.000.000,-)
8. Uang Kas Kelas Rp. 10.000,- x12= Rp. 120.000,-
9. Uang Ekstra Kurikuler Rp. 15.000,- x12= Rp. 180.000,-
10. Paket Buku setahun (Rp. 350.000,-)
Jadi minimal biaya untuk seorang anak dalam setahun adalah 11.230.000,- (sebelas juta dua ratus tiga puluh ribu). Belum termasuk baju seragam, dan biaya-biaya lain yang tak terduga dalam setahun. Wah... hitung-hitung mahal juga ya. Bagaimana kalau punya 2 anak, 3 anak, 4 anak, 8 anak, 16 anak... SubhanAllah... Ada yang tahu nggak ya dimana sekolah yang terjangkau oleh setiap keluarga...?

Jawab: Alhamdulillah sekarang sudah ada bu coba klik di sini... kamyabihomeschool

Selasa, 27 Oktober 2009

Cepat Membaca Alfadz Da'wah

Iskandar Zulkarnain SE MSi (Komisaris Bank Muamalat Indonesia)

Bukan Hal Baru
Homeschooling sebetulnya bukan hal baru. Sebagaimana anak zaman dahulu belajar di rumah kemudian mengikuti ujian Negara, sesuai peraturan pemerintah. (Negara bersangkutan).

Berbagi Peran
Untuk homeschooling ini peran orang tua sangat penting, kalau di sekolah umum interaksi antara anak dengan orang tua dalam hal ini (memperhatikan perkembangan dan kebutuhan anak) berbagi dengan guru di sekolah yang mengajar lebih kurang 7 jam sehari, nah fungsi tersebut pada homeschooling diambil kembali oleh keluarga (orang tua). Dimana bagi orang tua dengan aktivitas tinggi bisa membagi perannya dengan guru privat.

Bisa Ikut Banyak Kegiatan
Anak-anak yang ikut homeschooling tidak melulu berada di rumah, malah sebaliknya dia bisa ikut di banyak kegiatan sosial dan aktifitas orang tuanya yang tidak terbentur dengan jam sekolah.

Time Management
Kemampuan orang tuanya memanage waktu untuk anak yang masih kecil dan kemampuan anak remaja memanage waktunya sendiri dapat ter-asah dengan adanya homeschooling.

Solusi Bagi Indigo dan Autis
Begitu juga bagi anak yang berkebutuhan khusus seperti indigo (anak super) juga untuk anak autis yang sering di awal belajarnya berbenturan dengan tata tertib sekolah karena rata-rata mereka tidak mau sekolah, maka untuk anak super dan yang berkelainan ini dapat dikelola dengan cara homeschooling. (14.03.2010 09:59)

Qaida Baghdadi

Senin, 26 Oktober 2009

Minggu, 25 Oktober 2009